Skip to main content

Pendidikan Bela Negara di Perguruan Tinggi

 

Bela Negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 rela berkorban demi menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Dalam formulasi pendidikan bela negara yang mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi pendidikan di tingkat tersier maupun lingkungan pekerjaan keberadaan pelatihan dasar kemiliteran secara wajib adalah pilihan yang tepat karena dalam usia yang dianggap secara hukum dan biologis telah matang, generasi muda perlu melewati proses pembentukan karakter yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan loyalitas pada bangsa dan negara, dalam konsep Kissinger, para generasi muda diajarkan bahwa konsep order dalam masyarakat sangatlah penting. Namun demikian pelatihan dasar kemiliteran yang wajib tersebut haruslah dilaksanakan secara terbatas, sehingga setelah pelatihan tersebut mereka dapat menerima suatu iklim freedom yang memberikan kesempatan untuk membangun kreativitas dan inovasi (Soepandji, 2018)


Keberhasilan Penerapan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dipengaruhi oleh beberapa faktor yang harus dipahami, diserap dan ditindaklanjuti, faktor yang sangat berpengaruh diantaranya :

Rasa cinta kepada tanah air. Yaitu mengenal dan mencintai tanah air sehingga selalu waspada dan siap membela tanah air Indonesia terhadap segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara oleh siapapun dan dari manapun. Untuk meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia dapat dilakukan melalui kegiatan yang dapat membangkitkan : Sikap rasa memiliki, menjaga dan merawat tanah air Indonesia; Mengenal dan memahami wilayah Indonesia dengan baik; Sikap rasa bangga atas segala macam kekayaan dan kesuburan tanah air Indonesia; Sikap untuk memelihara, melestarikan dan mencintai lingkungannya ; Senantiasa menjaga nama baik dan mengharumkan negara Indonesia dimata dunia ; Sikap turut serta membangun Indonesia; Sikap rasa hemat terhadap penggunaan sumber daya alam.

Sadar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Diarahkan dalam bentuk sikap tingkah laku, bermasyarakat sesuai dengan kepribadian bangsa, selalu mengkaitkan dirinya dengan pencapaian cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia. Untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dapat dilakukan melalui kegiatan yang dapat membangkitkan : Menjunjung tinggi rasa kesatuan dan persatuan; Mencintai seni dan budaya bangsa. Memiliki rasa, faham dan semangat kebangsaan yang tinggi serta perlakuan terhormat terhadap bendera Merah Putih, lagu Kebangsaan dan Lambang Negara Indonesia; Pengertian dan kesadaran tentang keberadaan bangsa dan Negara Indonesia diantara bangsa-bangsa di dunia; Kesadaran bahwa bangsa dan Negara Republik Indonesia sederajat dengan bangsa-bangsa dan negara lain; Kesadaran untuk menjunjung tinggi derajat dan martabat bangsa Indonesia; Kesadaran untuk menyadari dan melaksanakan segala macam peraturan perundang-undangan; Kesadaran untuk mengutamakan bahwa kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan golongan dan pribadi; Kesadaran bahwa bangsa Indonesia memiliki suku bangsa dan budaya yang majemuk tetapi bersatu dalam kebhinnekatunggalikaan; Pengertian dan kesadaran terhadap arti perjuangan bangsa Indonesia.

Keyakinan akan Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi negara. Pancasila sebagai falsafah dan Ideologi bangsa dan negara merupakan kerangka acuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna mencapai tujuan nasional. Terwujudnya rasa keyakinan terhadap Pancasila sebagai Falsafah dan Ideologi negara dapat dicapai dengan cara meningkatkan : Kesadaran akan hakekat berdirinya, kebenaran Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945; Kesadaran bahwa hanya dengan mengamalkan 36 butir dari Pancasila dalam kehidupan sehari-hari negara dan bangsa Indonesia akan tetap jaya, Kesadaran bahwa setiap pertentangan pendapat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat diselesaikan dengan musyawarah/mufakat; Kesadaran bahwa Pancasila sebagai Ideologi negara dapat meniadakan setiap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri; Memperingati hari-hari besar agama dan hari besar nasional; Mengikuti pengajian dan ceramah agama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing; Kesadaran bahwa martabat manusia Indonesia hanya bisa terwujud jika terdapat saling menghargai dan menghormati; Kesadaran bahwa Indonesi itu didasari kebhinnekatunggalikaan.

Rela berkorban untuk bangsa dan negara. Perwujudannya adalah bersedia mengorbankan waktu tenaga, pikiran dan harta benda untuk kepentingan umum sehingga pada saatnya siap mengorbankan jiwa raga bagi kepentingan bangsa dan negara. Untuk meningkatkan semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara dapat dilakukan melalui kegiatan yang dapat membangkitkan: Memiliki sikap peduli terhadap lingkungan dan ringan tangan untuk saling tolong menolong; Mengembangkan sikap mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi; Mengaktifkan kegiatan amal untuk meringankan penyandang cacat dan orang tertimpa bencana.

Kemampuan awal bela negara bagi setiap masyarakat. Untuk meningkatkan kemampuan awal bela negara dapat dilakukan melalui kegiatan yang dapat membangkitkan : Secara psikis (mental) memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras, mentaati segala peraturan perundangundangan yang berlaku, percaya akan kemampuan sendiri, tahan uji, pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan untuk mencapai tujuan nasional ; Secara fisik memiliki kondisi kesehatan dan ketrampilan jasmani yang dapat mendukung kemampuan awal bela negara yang bersifat psikis (Gredinand, 2017).



DAFTAR PUSTAKA


Soepandji, K.W. dan Farid, M., 2018, ‘Konsep Bela Negara dalam Perspektif Ketahanan Nasional’, Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol.48, No.3, hal 437 – 456.

Gredinand, D., 2017, ‘Penerapan Pendidikan Bela Negara di Perguruan Tinggi’, Jurnal Prodi Strategi Pertahanan Darat, Vol. 3, No. 2, hal 1 – 27.



Comments